…karena gue seorang perempuan yang sudah menikah…

September 13th, 2006

Gak gampang ternyata jadi perempuan yang udah nikah. Bukan cuma karena setiap bulan kedatangan tamu, harus menjaga kandungan selama 9 bulan, trus meregang nyawa buat melahirkan penerus. Bukan cuma karena tugas seorang ibu yang harus diemban ketika seorang perempuan menikah dan punya anak. Bukan juga karna harus ngurusin suami setelah lelah bekerja seharian - really, it’s a pleasure for me… Tapi juga karena sejumlah keputusan yang diambil yang didasarkan sama gender.

Contoh aja. Gue pernah dikandidatkan buat tugas luar. Gak lama, cuma satu hari. Direferensikan sama salah satu petinggi company (juga seorang perempuan). Tapi digantiin sama (pegawai pria) yang laen, dengan alasan yang sangat gender… karena gue seorang perempuan yang udah menikah… takut gue nyasar, dan company kena semprot suami…

Satu lagi kasus tentang training. Rencana training gue di-cancel. Lagi2 dioper ke pegawai pria. Masih alasan klise… karena gue seorang perempuan yang udah menikah… gue (mungkin) gak akan stay lama di posisi gue yang sekarang…

Cape kan? Kalo gue harus bersaing dalam hal kemampuan sih, gue masih bisa usahain. Tapi kalo gue disuruh bersaing masalah gender, hihihi…gimana caranya ya?

catatan yang tertinggal

September 10th, 2006

baru aja pulang cuti…lumayan bikin refreshing…dan ada satu kalimat dari bokap gue yang bener2 nyentuh pikiran dan perasaan gue sampe sekarang…

"kalau terlalu lelah memanjat di satu pohon, lebih baik pindah ke pohon yang lain…"

pernyataan yang pas buat menjawab kegalauan yang lagi ada dalam hati…plus pas pulang cuti, ada partner yang resign…seolah2 bikin gambaran ke gue kalo (maybe) it’s the best solution for me…

but not now… nanti… kalau gue udah lelah memanjat, kalau hasil yang gue petik udah gak sesuai sama kemampuan yang gue keluarin, kalau hati gue tergelitik untuk ngintip dunia luar yang lebih luas lagi…

gue sadar, bukan gampang ninggalin sesuatu yang gue kuasain dengan baik untuk sesuatu yang serba baru dan gak pasti… bagai terbang meninggalkan sarang yang nyaman yang udah loe bangun dengan susah payah… tapi ketakutan kaya gitu bukan alasan…dan gak boleh gue jadiin alesan buat gak ngembangin diri gue sepenuhnya…

mudah2an, pada saat gue ragu2 buat "mencari yang lebih baik", dan gue baca tulisan ini lagi, gue bisa seyakin sekarang untuk melangkah…